Dengan kata lain, jika pasien membutuhkan 'second opinion' terhadap penyakitnya, pihak rumah sakit akan menghormati keputusan tersebut.
Menurut Prof Hananiel, kebanyakan pasien Indonesia yang memutuskan untuk berobat ke luar negeri itu adalah mereka yang berjuang melawan penyakit jantung atau pun kanker.
"Jadi, pasien memilih untuk mengambil second opinion itu bukan karena rumah sakit atau dokter Indonesia yang tidak memiliki skill, tapi pasien memerlukan perawatan yang lebih komprehensif," terangnya.
"Soal penyakit apa yang biasanya memerlukan second opinion, itu penyakit yang komplikasinya besar seperti kanker atau serangan jantung," tambah dia.
Nah, karena adanya opsi pengambilan second opinion, pihak Bethsaida Healthcare menjalin kerja sama dengan IHH Healthcare Singapore (Integrated Healthcare Holding), GAH (Global Assistance and Healthcare), dan Indo Medivac untuk memberikan layanan second opinion teleconsultation dan medical evacuation (medivac).