Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya! 

Niko Prayoga
Anak sekolah lebih rentan depresi ketimbang orang dewasa. (Foto: Ilustrasi AI)

Pemerintah menilai deteksi dini menjadi langkah penting agar anak dan remaja yang berisiko dapat segera memperoleh pendampingan maupun penanganan profesional.

Kemenkes juga menilai kesehatan mental remaja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga lingkungan keluarga, sekolah, dan pergaulan. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan orang tua, guru, hingga masyarakat.

Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan mental pada remaja, dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Selain memetakan kondisi kesehatan masyarakat, Kemenkes saat ini juga mulai mengembangkan Program CKG ke tahap tatalaksana atau pengobatan, sehingga peserta yang terdiagnosis penyakit dapat memperoleh layanan kesehatan lanjutan sesuai kebutuhannya.

"Tujuan kami bukan sekadar mengumpulkan data siapa yang sakit, tetapi memastikan masyarakat kami tetap sehat, bugar, dan produktif. Cek Kesehatan Gratis ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa," ungkap Menkes Budi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Memprihatinkan, 20 Ribu Bayi di Indonesia Berpotensi Alami Kelainan Jantung

4 bulan lalu

Deteksi Dini Kesehatan Ginjal Bisa Lewat CKG, Gratis!

6 bulan lalu

Program CKG Diperluas, Kemenkes Mulai Penanganan Medis Gratis Tahun Ini

6 bulan lalu

CKG di 2026 Tak Hanya Skrining, Warga Sakit Harus Diobati!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal