Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya! 

Niko Prayoga
Anak sekolah lebih rentan depresi ketimbang orang dewasa. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Gangguan kesehatan mental pada remaja Indonesia menjadi salah satu temuan yang paling disorot dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Hasil skrining terbaru menunjukkan gejala depresi mulai banyak ditemukan sejak usia sekolah menengah pertama (SMP) dan angkanya meningkat pada kelompok sekolah menengah atas (SMA).

Temuan tersebut berasal dari pelaksanaan CKG yang hingga 5 Juli 2026 telah diikuti sekitar 59,6 juta masyarakat. Berdasarkan pemetaan hasil skrining, Kemenkes menemukan bahwa masalah kesehatan yang dialami anak berubah seiring bertambahnya usia.

Pada kelompok anak sekolah dasar (SD), persoalan kesehatan masih didominasi oleh karies gigi, hipertensi, gangguan status gizi, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.

Namun, memasuki usia SMP, pola tersebut mulai bergeser. Selain karies gigi yang masih menjadi masalah utama, kelompok usia ini mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan jiwa berupa depresi. Kondisi tersebut juga disertai risiko tuberkulosis (TBC), hipertensi, dan gangguan status gizi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Memprihatinkan, 20 Ribu Bayi di Indonesia Berpotensi Alami Kelainan Jantung

4 bulan lalu

Deteksi Dini Kesehatan Ginjal Bisa Lewat CKG, Gratis!

6 bulan lalu

Program CKG Diperluas, Kemenkes Mulai Penanganan Medis Gratis Tahun Ini

6 bulan lalu

CKG di 2026 Tak Hanya Skrining, Warga Sakit Harus Diobati!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal