Anak dan remaja merupakan kelompok usia yang masih dalam tahap perkembangan emosional. Mereka cenderung lebih mudah menyerap dan menafsirkan pesan secara langsung, tanpa filter yang matang.
Ketika anak yang sedang mengalami tekanan membaca kalimat seperti 'aku harus mati', hal itu berisiko memicu pikiran negatif, bahkan ke arah yang berbahaya. Apalagi jika tidak ada pendampingan dari orang tua atau lingkungan sekitar.
Karena itu, dr Piprim mendorong agar banner tersebut tidak dipasang di ruang publik yang mudah diakses anak dan remaja.
"Mohon dengan sangat, pak. Jangan dipasang di tempat umum yang mudah dibaca oleh anak dan remaja. Jika ada remaja terinspirasi bunuh diri setelah membaca ini, bapak bisa disalahkan juga, karena membiarkan banner seperti ini bebas terpasang di negara Indonesia," ujarnya.