Sebagai contoh, jika seseorang tidur selama 4 jam pada malam hari, kemudian bangun untuk sahur dan salat Subuh, lalu kembali tidur di pagi hari, maka tambahan waktu tidur sebaiknya tidak lebih dari 5 jam.
Total waktu tidur dalam sehari tetap berada di batas yang disarankan, yakni maksimal 9 jam. Cara ini dinilai membantu menjaga keseimbangan waktu istirahat tanpa memicu dampak kesehatan yang tidak diinginkan.
Dia juga menjelaskan pola tidur terpisah atau split sleep masih tergolong wajar selama Ramadan. Hal tersebut terjadi karena jadwal tidur bergeser akibat aktivitas sahur dan ibadah malam.
“Pada kondisi Ramadan, split sleep seperti ini tidak masalah karena jadwal tidur memang bergeser,” ujarnya.
Meski demikian, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk mengontrol total durasi tidur agar tidak berlebihan. Menurut dia, menjaga pola tidur yang seimbang penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.