Anak yang Punya HP Sendiri Berisiko Alami Gangguan Otak, Dokter Ungkap Alasannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak sedang main medsos. (Foto: Ilustrasi AI)

Selain itu, penggunaan gawai berlebihan juga dikaitkan dengan gangguan konsentrasi dan kesulitan mengelola emosi di kemudian hari. Anak yang terbiasa dengan stimulasi instan dari layar cenderung lebih mudah bosan dan sulit fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI dr Fitri Hartanto menambahkan bahwa dampak ini tidak hanya terjadi pada aspek kognitif, tetapi juga emosional.

"Anak membutuhkan pengalaman nyata untuk membangun kemampuan berpikir dan berinteraksi. Jika terlalu banyak terpapar layar, proses itu bisa terhambat," jelasnya.

IDAI bahkan menegaskan bahwa anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak terpapar gawai sama sekali. Sementara untuk anak yang lebih besar, penggunaan harus dibatasi dan selalu dalam pendampingan orang tua.

Di sisi lain, tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk mengawasi penggunaan gawai anak secara optimal. Kondisi ini membuat kebijakan pembatasan menjadi penting sebagai bentuk perlindungan tambahan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Health
7 hari lalu

Anak-Anak Rentan Alami Gangguan Mental akibat Medsos, Ini Faktanya!

Nasional
7 hari lalu

IDAI Dukung Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Medsos, Ini Alasannya!

Nasional
29 hari lalu

Pemerintah Resmi Batasi Anak Main Medsos, Sri Gusni: Langkah Preventif Lindungi Generasi Muda

Internet
30 hari lalu

8 Medsos yang Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Ini Daftarnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal