Selain komposisi bahan, orang tua juga perlu memahami proses produksi susu formula. Proses produksi, penyimpanan, hingga penanganan produk menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi mutu dan keamanan susu sebelum dikonsumsi anak.
Proses produksi yang terlalu panjang serta pemanasan berulang juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kualitas nutrisi susu.
Sejumlah penelitian menunjukkan proses panas dapat mengubah struktur protein dan menurunkan kadar lysine, salah satu asam amino penting bagi tubuh. Kajian lain juga menyoroti proses heat treatment dapat memengaruhi struktur dan sifat fisikokimia susu.
Hal ini penting karena protein, kalsium, fosfor, dan berbagai mikronutrien dari susu berperan dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak. Semakin baik kualitas bahan baku yang digunakan dan semakin terjaga proses produksinya, semakin besar peluang nilai gizi susu tetap optimal saat dikonsumsi.
Dalam konteks pemenuhan gizi anak, Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi. ASI memiliki komposisi gizi yang paling ideal, mudah diserap tubuh, serta mengandung antibodi yang membantu melindungi anak dari berbagai penyakit.
Namun dalam praktiknya, tidak semua orang tua dapat memberikan ASI secara penuh hingga usia tertentu. Dalam kondisi tersebut, susu formula sering kali menjadi pilihan lanjutan yang perlu dipertimbangkan secara cermat.
“Memilih susu formula bukan sekadar soal merek atau klaim yang terdengar meyakinkan. Ini tentang memahami apa yang benar-benar masuk ke tubuh anak setiap hari. Sudah saatnya orang tua menjadi lebih teliti membaca label dan lebih kritis dalam memilih, agar dapat membantu membentuk generasi yang lebih sehat kedepannya,” kata Reza.