JAKARTA, iNews.id - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 93 persen anak Indonesia mengalami karies gigi. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena pola makan yang kurang sehat dapat berkontribusi terhadap kerusakan gigi, risiko diabetes, hingga berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Sebab itu, orang tua perlu memahami kualitas susu formula secara lebih menyeluruh. Penilaian tidak cukup hanya dari klaim seperti “dukung tumbuh kembang”, “tinggi kalsium”, atau “bantu imunitas” yang sering ditampilkan di kemasan.
Hal yang jauh lebih penting adalah memperhatikan komposisi utama, bahan tambahan yang digunakan, serta proses produksi susu formula tersebut sebelum sampai ke tangan konsumen.
Susu formula merupakan produk yang dikonsumsi rutin oleh anak. Sebab itu, keputusan dalam memilih produk dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pola konsumsi dan kesehatan anak.
Dokter spesialis anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) mengatakan orang tua perlu mengubah cara membaca label susu formula sejak awal. “Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Karena dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujar Reza, dalam keterangan pers dilansir Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kandungan utama dalam susu formula. Dalam daftar komposisi, bahan yang tercantum di urutan awal biasanya merupakan bahan dengan jumlah paling besar dalam produk tersebut.
Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, hal itu menandakan formula tersebut menggunakan susu utuh tanpa melalui proses produksi yang terlalu panjang. Susu sendiri merupakan sumber penting energi, protein, kalsium, fosfor, serta berbagai mikronutrien yang berperan dalam mendukung pertumbuhan anak.