"Lalu juga bisa ya disebabkan oleh misalnya adanya infeksi di organ buah zakar. Misalnya pada pria ternyata dia di usia muda dulu pernah bengkak buah zakarnya sampai merah lama. Hati-hati karena ini dapat menyebabkan kerusakan pabrik pembuat sperma yang akhirnya dapat mengakibatkan gangguan kesuburan serius," ujar dr Jeffry.
3. Gaya Hidup Tidak Sehat
Menurut dr Jefry, faktor yang paling sering ditemukan pada pria modern adalah gaya hidup yang buruk. Obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang olahraga, hingga paparan bahan kimia berlebihan dapat menurunkan kualitas sperma.
"Paling sering saya temuin itu adalah dikarenakan pola hidupnya yang tidak sehat. Pria-pria sekarang ini banyak yang dia badannya gemuk, kebiasaan ngerokok, alkohol, kemudian paparan bahan kimianya tinggi, jarang olahraga. Hal-hal tersebut itu bisa mengakibatkan kualitas spermanya menjadi tidak optimal sehingga mengakibatkan dia sulit memiliki keturunan," katanya.
4. Gangguan Hormon dan Kelainan Genetik
Selain faktor fisik dan gaya hidup, gangguan hormon juga dapat menyebabkan infertilitas pria. Dalam kasus tertentu, kelainan genetik turut memengaruhi kemampuan reproduksi sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.
"Selain itu juga bisa ya ada faktor-faktor lain seperti gangguan hormon, hingga yang paling jarang itu disebabkan oleh kelainan genetik. Makanya memang harus ekstra berhati-hati ya kalau memang di keluarga kita ada yang riwayat sulit memiliki keturunan juga," ucap dr. Jeffry
Dr Jefry mengingatkan pria yang sedang menjalani program hamil untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesuburan. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas sperma serta meningkatkan peluang memperoleh keturunan.