Selain tingginya angka kasus, situasi keamanan di kawasan terdampak juga memperumit penanganan wabah. Konflik bersenjata yang masih berlangsung di beberapa wilayah timur Kongo membuat akses tim medis dan bantuan kemanusiaan menjadi terbatas.
Kekhawatiran penyebaran lintas negara juga meningkat setelah Uganda melaporkan sejumlah kasus Ebola. Sementara itu, Prancis baru-baru ini mengonfirmasi satu kasus Ebola pada seorang dokter yang baru kembali dari misi kemanusiaan di Kongo.
Meski demikian, WHO menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah. Organisasi tersebut meminta negara-negara tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama melalui pemantauan pelaku perjalanan dari daerah yang terdampak wabah.
Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) menilai wabah Ebola yang sedang berlangsung saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah apabila laju penularannya tidak segera ditekan.
Berbagai upaya kini terus dilakukan, mulai dari pelacakan kontak erat, penguatan layanan kesehatan, hingga edukasi masyarakat mengenai cara mencegah penularan virus yang menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh penderita tersebut.