JAKARTA, iNews.id – Wabah Ebola di Republik Demokratik (DR) Kongo terus menimbulkan kekhawatiran. Dalam waktu sekitar satu bulan sejak wabah diumumkan, lebih dari 1.000 orang dilaporkan terinfeksi virus tersebut dan ratusan pasien meninggal dunia.
Data terbaru menunjukkan sedikitnya 260 orang telah kehilangan nyawa akibat infeksi Ebola. Para ahli kesehatan meyakini angka sebenarnya bisa lebih tinggi karena virus diduga telah menyebar selama beberapa pekan sebelum wabah resmi diumumkan oleh pemerintah.
Saat ini, penyebaran kasus masih terkonsentrasi di wilayah timur Kongo, terutama di Provinsi Ituri yang menyumbang lebih dari 90 persen kasus terkonfirmasi. Selain Ituri, kasus juga ditemukan di Kivu Utara dan Kivu Selatan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah kali ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang hingga kini belum memiliki vaksin khusus. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis dalam mengendalikan penyebaran penyakit.
Tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling rentan terpapar virus karena berinteraksi langsung dengan pasien. WHO mencatat puluhan petugas kesehatan ikut terinfeksi selama wabah berlangsung dan sejumlah di antaranya meninggal dunia.