Kasus Kekerasan Masih Tinggi, KPI dan KPPPA Ajak Lembaga Penyiaran Hadirkan Konten Ramah Perempuan dan Anak

Lintang Tribuana
Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah, mengajak Lembaga penyiaran sajikan konten ramah anak dan perempuan. (Foto: Lintang Tribuana)

Selain edukasi, lembaga penyiaran juga diharapkan menjadi media advokasi bagi perlindungan anak dan perempuan. Dalam hal ini, dapat diwujudkan dalam bentuk menampilkan pemberitaan upaya penegakan kasus hukum atas kasus perempuan dan anak. 

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, menambahkan, upaya menghadirkan konten siaran yang ramah untuk perempuan dan anak akan mampu meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia.

"Dalam konteks ini, kalau anak cerdas dan perempuan kita berdaya di sektor pribadi maupun publik, maka kita akan mewarisi masa depan bangsa yang gemilang," tuturnya. 

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman itu, hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bintang Puspayoga. Kerja sama KPI dan KPPPA ini telah berlangsung sejak 2017, dalam upaya perlindungan anak dan perempuan di dunia penyiaran. 

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
1 bulan lalu

KPI Bantah Isu Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa: 9 TV Memberitakan

5 bulan lalu

Pansel Minta Masukan Publik soal Calon Anggota KPI: Penting untuk Telusuri Rekam Jejak

6 bulan lalu

KPI Desak Lembaga Penyiaran Tidak Kasih Panggung Terduga Pelaku Child Grooming

7 bulan lalu

Pramono Lantik 7 Komisioner KPID Jakarta, Titip Pesan Jaga Ruang Siar Beretika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal