Harvey Moeis Bukan Pelaku Utama Korupsi Timah, Praktisi Hukum Tantang BPKP Audit 375 Perusahaan Lain

Muhammad Refi Sandi
Praktisi Hukum Pitra Romadoni dalam program Interupsi Inews TV bertajuk 'Vonis Koruptor 50 Tahun, Mungkinkah?' pada Kamis (2/1/2025) malam. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Praktisi Hukum, Pitra Romadoni menyebut Harvey Moeis bukan pelaku utama kasus korupsi tata niaga pengelolaan timah. Dia pun menantang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit secara menyeluruh kepada 375 perusahaan yang terafiliasi dengan PT Timah Tbk. 

"Kalau bicara keadilan audit BPKP itu dari 2015-2022 berapa perusahaan yang bekerja sama dengan PT Timah sebanyak 375 perusahaan audit, berani enggak BPKP mengaudit 375 perusahaan ini?" ujar Pitra dalam program Interupsi Inews TV bertajuk 'Vonis Koruptor 50 Tahun, Mungkinkah?' pada Kamis (2/1/2025) malam.

Pitra menambahkan, BPKP seharusnya mengaudit 375 perusahaan lain di luar PT Refined Bangka Tin (RBT) dan PT Timah yang terkait dengan kasus korupsi timah.

"Jadi, tidak bisa juga menyalahkan Harvey Moeis, wah harus bayar Rp300 triliun, tidak, terdakwa saja ada 32 terdakwa," tuturnya.

Sebelumnya, Harvey Moeis divonis enam tahun enam bulan penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara. Harvey terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dan pencucian uang terkait pengelolaan tata niaga timah.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ali Ngabalin Sesalkan Kisruh Diskusi di UGM: Harusnya Jadi Ruang Dialog, Bukan Tanpa Konklusi

57 tahun lalu

PDIP Pertanyakan Format Diskusi di UGM: Ini Forum Dialog atau Monolog? 

57 tahun lalu

David Pajung Soroti Kisruh Diskusi di UGM, Sebut Kampus Harus Terbuka pada Perbedaan Gagasan

57 tahun lalu

PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber

57 tahun lalu

Kejagung Sita Aset Miliaran Bos Smelter Terpidana Korupsi Timah, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal