Pernyataan Arifah sebelumnya muncul setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Dalam insiden tersebut, gerbong perempuan KRL ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.
Usulan memindahkan gerbong wanita ke bagian tengah langsung menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai pernyataan itu tidak tepat disampaikan di tengah situasi duka.
Arifah menegaskan tidak ada niat membandingkan keselamatan antara perempuan dan laki-laki. Dia menyebut keselamatan semua penumpang harus menjadi prioritas utama.
"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," jelas dia.
Dia juga menekankan fokus pemerintah saat ini tertuju pada penanganan korban kecelakaan. Upaya tersebut mencakup korban meninggal dunia maupun yang mengalami luka.