Namun kedua anaknya Sutirto (28) dan Moh Syukur tak lolos saat penerimaan Polri tahun 2020. Seiring berjalannya waktu, janji manis oknum Briptu WT tidak sesuai harapan. Dua anaknya gagal menjadi polisi dan uang yang diberikan tak kunjung dikembalikan.
"Saya hanya minta agar uang kami dikembalikan. Tolong Pak. Tolong Pak Presiden, Pak Kapolri," ucapnya dengan terisak tangis.
Sementara Mohamad Syukur anak korban yang dijanjikan masuk polisi mengaku saat itu tidak tahu bila orang tuanya sudah mengeluarkan uang Rp900 juta sebelum pendaftaran.
"Kakak saya di tahap awal tidak lolos karena tinggi badan. Saya sempat ikut sampai di Semarang namun jatuh saat tes kesehatan. Saya lalu pulang dan tak tahu ayah saya sudah membayarkana uang Rp900 juta itu," ucapnya.
Keluarga ini sudah melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut ke Polres Pemalang. Namun sudah 4 tahun kasusnya tidak ada kejelasan. Kini Sutirto dan Moh Syukur bekerja sebagai satpam dan juga pegawai tidak tetap.