Purbaya Klaim Defisit APBN Terkendali: Jangan Dibilang Pemerintah Mengelola Anggaran Ugal-ugalan

Anggie Ariesta
Menkeu Purbaya memastikan APBN 2026 tetap aman meski defisit Rp180,4 triliun. Pendapatan negara tumbuh kuat dan surplus primer capai Rp58,6 T. Foto iNews TV

Dari sisi penerimaan, pemerintah mencatat pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN 2026. Angka tersebut tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontributor terbesar berasal dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp958,2 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun dengan pertumbuhan 22,1 persen, sedangkan kepabeanan dan cukai menyumbang Rp123,8 triliun atau naik 0,7 persen.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan performa positif dengan realisasi Rp226,4 triliun atau meningkat 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Purbaya menilai capaian tersebut menjadi titik balik yang signifikan dibandingkan kondisi pada periode yang sama tahun 2025, ketika penerimaan pajak dan PNBP masih mengalami kontraksi.

“Kita melihat perbaikan yang sangat signifikan. Tahun lalu pajak masih negatif, sekarang tumbuh lebih dari 22 persen. Ini menunjukkan reformasi perpajakan mulai memberikan hasil,” katanya.

Di sisi belanja, realisasi pengeluaran negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari pagu APBN 2026. Nilai tersebut tumbuh 34,4 persen secara tahunan seiring percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun.

Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp1.059,3 triliun, terdiri atas belanja kementerian/lembaga Rp517,7 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga Rp541,6 triliun. Sementara Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp306,1 triliun meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu.

Meski optimistis terhadap kondisi fiskal nasional, Purbaya mengakui masih terdapat sejumlah hambatan yang dapat mengganggu laju ekonomi, salah satunya kemacetan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia bahkan berencana turun langsung ke lapangan untuk memastikan permasalahan tersebut segera diselesaikan.

“Ekonomi sudah bergerak cepat, tetapi masih ada hambatan di lapangan. Besok saya akan ke pelabuhan untuk melihat langsung. Kalau ada yang tidak bisa dibenahi, ya akan kami evaluasi,” tegasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya soal Beredar Isu Kena Reshuffle: Buat Guncang-Guncang Pasar Kali

57 tahun lalu

Purbaya Pasang Mesin Hitung Otomatis di Pabrik Rokok Pekan Depan, Cegah Kebocoran Cukai

57 tahun lalu

Ramai Tren Sell Indonesia, Purbaya: Kita Tak sedang Menuju Seperti 1998 lagi

57 tahun lalu

Purbaya Peringatkan Transaksi di Pelabuhan Harus Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!

57 tahun lalu

Purbaya Sidak ke Tanjung Priok, Cek Biang Kerok 3.100 Kontainer Menumpuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal