JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis berbagai kekhawatiran terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Meski hingga akhir Mei APBN tercatat defisit Rp180,4 triliun atau setara 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), Purbaya menegaskan posisi fiskal Indonesia masih sangat terkendali.
Dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), Purbaya bahkan menyindir berbagai analisis yang menyebut kondisi keuangan negara memburuk. Menurutnya, jika tren defisit lima bulan pertama disetahunkan secara sederhana, maka defisit APBN hingga akhir tahun diperkirakan hanya berada di kisaran 1,8 persen PDB, jauh di bawah batas aman yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau dihitung sederhana, 0,7 persen dalam lima bulan dikalikan sampai setahun, hasilnya sekitar 1,8 persen. Jadi APBN kita amat sangat aman. Jangan dibilang pemerintah mengelola anggaran secara ugal-ugalan,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, indikator kesehatan fiskal juga terlihat dari surplus keseimbangan primer yang mencapai Rp58,6 triliun. Capaian tersebut berbanding terbalik dengan target awal APBN yang memperkirakan defisit sebesar Rp89,7 triliun.
Menurut Purbaya, surplus keseimbangan primer menunjukkan kemampuan pemerintah membiayai kebutuhan belanja negara tanpa bergantung sepenuhnya pada utang baru. Kondisi ini sekaligus mencerminkan kesinambungan fiskal yang semakin kuat.