Tragedi ini bermula saat dr. Icha tengah menjalankan tugasnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten TTU. Saat sedang berupaya menangani pasien yang terkena gigitan ular, dokter muda ini diduga mendapat perlakuan intimidasi yang agresif dari oknum pejabat daerah tersebut.
Akibat insiden itu, dr. Icha mengalami tekanan psikologis yang sangat berat hingga berujung pada depresi. Kondisi kesehatannya yang terus memburuk membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit di Kota Kupang untuk menjalani perawatan intensif, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat (26/6/2026).