Lima WNI yang ditahan terdiri atas Bambang Nuryono di kapal Bolu Reis, Andre Prasetyo, Todi Baday, dan Rahendro di kapal Ougurluk, serta aktivis kemanusiaan Andi Angga di kapal Yosif.
Selain itu, empat WNI lain masih berada di kapal yang belum dicegat. Asad Aras dan Hendro Prasetyo berada di kapal Khairi Saadat, sedangkan Herman Budianto dan Ronggo Warsano berada di kapal Zephyr. Data tersebut dikonfirmasi Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia, Harvir Nakabandi.
Sebelum ditahan, Bambang Nuryono mengirim video SOS yang kemudian diunggah akun media sosial Republika. “Saya warga negara Indonesia dan saya adalah peserta pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Jika Anda menemukan video ini, mohon sampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia jika saya saat ini berada dalam penculikan tentara Zionis Israel,” tuturnya.
“Saya memohon kepada Pemerintah Republik Indonesia agar membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel dan tetap terus mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 30 April 2026, Israel juga menggagalkan keberangkatan sedikitnya 22 kapal di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, yang berjarak lebih dari 600 mil atau sekitar 965 kilometer dari Gaza. Dalam operasi itu, 175 aktivis sempat ditahan sebelum sebagian besar dipulangkan ke negara masing-masing.