Tekan Impor Metanol, Pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni Dipacu

Isna Rifka Sri Rahayu
Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan produk turunan metanol diimpor hingga 12 miliar dolar AS selama setahun. Oleh karena itu, pemerintah membangun kawasan industri petrokimia khususnya metanol di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, kawasan ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan metanol dalam negeri yang diprediksi pada 2021 mencapai 900.000 ton per tahun. Sementara, kemampuan produksi dari dalam negeri hanya sebesar 350.000 per tahun.

"Selain sebagai pemenuhan kebutuhan dalam negeri, pemilihan metanol sebagai anchor industry karena potensi metanol untuk dijadikan produk turunan lain seperti polietilena, polipropilena, MTBE, dan sebagainya yang saat ini masih banyak diimpor kurang lebih 12 miliar dolar AS," ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Rencana pengembangan awal kawasan industri ini seluas 50 hektare dari total 200 hektare yang lahannya dibebaskan. Adapun lahan awal ini dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik metanol yang merupakan anchor industry dengan dukungan komitmen ketersediaan gas oleh British Petroleum.

Ia menerangkan, dalam pembangunan kawasan industri ini akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama menghasilkan gas sebesar 90 mmcfd pada tahun 2021 dan tahap II sebesar 90 mmcfd di tahun 2026.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Konsumsi Susu RI Masih 17,76 Liter per Kapita, Tertinggal dari Malaysia hingga Vietnam

57 tahun lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik, Redam Efek Perang AS-Iran

57 tahun lalu

Purbaya Pastikan Insentif Motor Listrik Lanjut Tahun Ini, Sasar 6 Juta Unit

57 tahun lalu

Resmikan Pabrik Lotte Chemical Indonesia, Prabowo Kagumi Kerja Keras Bangsa Korea

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal