Soal Paket Kebijakan Ekonomi, Pengamat: Tak Bisa Perbaiki CAD

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Paket kebijakan ekonomi XIV telah dikeluarkan pemerintah untuk menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang telah mencapai 2,86 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pasalnya, kebijakan ini dapat menarik modal asing masuk.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, kebijakan tersebut tidak akan menekan CAD dalam waktu dekat karena sifatnya lebih untuk mendorong investasi dan mengoptimalkan pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE).

"Saya kira kebijakan yang baru dirilis pemerintah ini tidak akan bisa memperbaiki CAD secara langsung dalam waktu singkat," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (17/11/2018).

Menurut dia, dari tiga kebijakan yang ada kebijakan perluasan tax holiday dan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) lebih ditujukan untuk meningkatkan investasi asing. Sementara, kebijakan insentif DHE lebih untuk meningkatkan pemanfaatan hasil ekspor.

Dengan demikian, peningkatan investasi khususnya di sektor yang memiliki potensi ekspor memang akan membantu perbaikan trade balance. Namun, hal ini perlu waktu yang cukup panjang, sementara di jangka pendek yang terjadi justru impor barang modal yang melonjak.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Airlangga Pimpin Rakortas Bareng Jajaran Menteri Ekonomi, Rumuskan Paket Stimulus 

57 tahun lalu

Defisit Transaksi Berjalan Melebar jadi 2,2 Miliar Dolar AS di Kuartal I 2024, Ini Sebabnya

57 tahun lalu

Ekonomi FMCG Indonesia

57 tahun lalu

Defisit Transaksi Berjalan Naik, Neraca Pembayaran Minus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal