Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar AS pada Selasa (2/6/2026). (Foto: iNews.id)

Ibrahim menambahkan, sentimen positif dari rencana penerapan regulasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri belum mampu menahan kejatuhan Rupiah karena belum adanya kepastian penuh dari para pelaku usaha.

"Nah walaupun kemarin rupiah sempat mengalami penguatan ya akibat DHE yang akan diterapkan di dalam negeri ini pun juga masih belum ada keputusan pasti. Karena apa? Kita harus melihat bahwa para eksportir ya Indonesia pun juga pasti ada kerjasama dengan luar negeri tentang masalah penempatan DHE tersebut," kata Ibrahim.

Guna meredam potensi lonjakan inflasi tersebut, Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin (1 persen) sampai akhir tahun, yang kemungkinan akan dimulai dengan kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Juni ini.

Ibrahim menilai, opsi penguatan rupiah dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada kesiapan pemerintah untuk menarik pinjaman atau utang baru dari lembaga donor internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang telah memberikan sinyal kesiapan bantuan. Namun, opsi ini menuntut konsekuensi penandatanganan kesepakatan yang berat.

"Nah kalau seandainya menerima berarti banyak sekali MOU-MOU nanti yang harus ditatangkan dari pemerintah terutama tentang masalah subsidi. Subsidi harus dibuang ya subsidi harus dihapuskan itulah keinginan dari Bank Dunia maupun IMF. Itu salah satu-satunya untuk menguatkan matawar rupiah," jelas Ibrahim.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Melemah, Tenaga Ahli DEN: Ekonomi Nasional Masih Aman

57 tahun lalu

DEN Optimistis Pelemahan Rupiah Mereda pada Juli 2026, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Budiman Sudjatmiko Soroti Peluang Ekspor

57 tahun lalu

Ichsanuddin Noorsy: Fundamental Ekonomi Indonesia Rapuh karena Bergantung pada Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal