Prabowo Janji Tidak Akan Impor, Begini Kata BPS

Isna Rifka Sri Rahayu
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden, Prabowo Subianto berjanji tidak akan impor jika terpilih menjadi Presiden RI. Pernyataan memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Lalu apa kata Badan Pusat Statistik (BPS)?

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, ke depan Indonesia harus menuju ke sana. Namun, persoalannya apakah seluruh barang yang dibutuhkan masyarakat bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

"Kedua, tentunya harga input dalam negeri harus kompetitif, jangan lebih mahal dari impor," kata pria yang kerap disapa Kecuk itu di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/10/2018).

Untuk itu, produsen dalam negeri harus efisien sehingga harganya kompetitif dengan produk impor. Selama ini, pemerintah sudah berupaya mengurangi impor, termasuk menggalakkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Pak Presiden sudah, TKDN itu harus ditingkatkan, jadi misalnya industri-industri kita ini banyak menggunakan input dari dalam itu akan bagus, akan meningkatkan nilai tambah kita," kata Kecuk.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Impor RI Melonjak 22,49% pada April 2026, Tembus 25,21 Miliar Dolar AS

57 tahun lalu

KPK Dalami Kasus Suap Impor Barang, Periksa 20 Perusahaan Pengiriman 

57 tahun lalu

Bea Cukai Buka Suara soal Nama Dirjen Djaka Budi Muncul di Kasus Suap Impor

57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan CNG untuk Gantikan Gas Melon, Tekan Impor LPG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal