JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyiapkan compressed natural gas (CNG) untuk menggantikan penggunaan liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg atau gas melon. Hal ini dilakukan untuk menekan angka impor LPG.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia tergolong punya banyak cadangan CNG. Namun, teknologi untuk mengkonversi cadangan tersebut masih terbatas.
AS Rebut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Akan Digunakan Membuat Bom Nuklir?
"Ketika gejolak geopolitik seperti ini untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kan kita tergantung pada global. Maka kami merumuskan alternatif lain. Apalagi kami baru menemukan gas di Kalimantan Timur. Nah ini sebagian besar kami bisa dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri untuk meng-cover CNG," ujar Bahlil dikutip, Rabu (6/5/2026).
Bahlil menambahkan, harga jual CNG nantinya akan lebih murah, atau paling tidak sama dengan harga LPG 3 kg. Dia mengatakan, harga jual CNG di masyarakat akan dijaga melalui pemberian subsidi.
CNG bakal Gantikan LPG 3 Kg, Bahlil: Harganya Jauh Lebih Murah
Dengan begitu, meski ada perbedaan penggunaan teknologi antara produksi LPG dan CNG, harga jual untuk konsumen akhir dipastikan tidak mengalami penyesuaian.