"Saat ini sudah ada beberapa negara sampaikan ketertarikan dari AS, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arab dan Kanada," kata Jokowi, dalam video virtual, beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, pembiayaan pembangunan yang baru bukan hanya berbasis pinjaman, melainkan bentuk penyertaan modal atau saham. Dengan sistem pembiayaan ini diperkirakan lebih menyehatkan ekonomi Indonesia.
"Modal atau ekuitas sehatkan ekonomi kita, sehatkan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita di sektor infrastruktur dan energi," ujarnya.
Sementara itu, lembaga keuangan yang telah menandatangani komitmen untuk berinvestasi ke LPI pada akhir November 2020 adalah The United States International Development Finance Corporation (DFC) sebesar 2 miliar dolar AS dan The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar 4 miliar dolar AS.
Pemerintah juga memastikan Lembaga Pengelola Investasi bisa mulai beroperasi pada kuartal I 2021 ini. Saat ini, Jokowi tengah menyeleksi nama-nama yang akan mengisi kursi direksi LPI. Setidaknya dalam satu pekan ini nama-nama tersebut akan diumumkan ke publik