Pada saat itu, pemerintah menerapkan kebijakan yang menyeimbangkan penanganan kesehatan dan stabilitas ekonomi. Hingga sekali waktu pembatasan ketat dilakukan, namun diimbangi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat.
Terdapat 3 hal penting dalam menerapkan strategi 'Gas dan Rem', di antaranya stimulus ekonomi yang menjamin masyarakat tidak kehilangan pekerjaan. perlindungan sosial agar masyarakat tidak kelaparan, serta penanganan kesehatan untuk meminimalisir korban.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan digitalisasi bagi pelaku UMKM.
Berdasarkan riset WHO yang dirilis pada 2024, tercatat Indonesia mengalami resesi yang rendah. Pada 2020, ekonomi RI terkontraksi 2,07 persen, Inggris minus 9,9 persen, Jepang turun 4,8 persen, dan Prancis serta Italia dengan kontraksi masing-masing 8,2 persen dan 8,9 persen.
Adapun strategi Gas dan Rem yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi mendapat apresiasi dari dunia. Menurut asesmen IMF dalam laporan Article IV Consultation tahun 2021 yang dirilis 23 Maret 2022 mencatat Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi Covid-19.