China Pastikan Tak Ingin Perang Dagang dengan AS

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi (Foto: Reuters)

"Jika kebijakan dibuat berdasarkan penilaian atau asumsi yang keliru, ini akan merusak hubungan bilateral dan menimbulkan konsekuensi yang tidak ingin dilihat oleh kedua negara," katanya.

Trump percaya tarif akan melindungi para pekerja AS. Namun, banyak ekonom mengatakan dampak kenaikan harga bagi pengguna baja dan aluminium, seperti industri otomotif dan minyak, akan menghancurkan lebih banyak tenaga kerja daripada pembatasan impor.

Trump telah lama mencari jalan untuk hubungan perdagangan yang lebih seimbang dengan China dan juga mempertimbangkan sanksi perdagangan terhadap Beijing untuk praktik kekayaan intelektual serta tekanan pada perusahaan asing untuk transfer teknologi.

Pemerintahannya mengatakan, AS secara keliru mendukung keanggotaan China dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001 dengan syarat yang telah gagal memaksa Beijing membuka ekonominya.

Diplomat dan pebisnis AS mengatakan, AS memiliki semua kecuali membekukan mekanisme formal untuk perundingan mengenai perselisihan komersial dengan China. Karena tidak puas Beijing telah memenuhi janjinya untuk meredakan pembatasan pasar.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
3 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Internasional
4 jam lalu

Mantan Menhan Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Tak Bisa Pengaruhi Trump

Internasional
17 jam lalu

Bill Gates Minta Maaf Berhubungan dengan Predator Seks Jeffrey Epstein: Saya Bodoh!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal