Situasi tersebut mendorong bank sentral mengambil langkah tambahan untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik.
BI menilai, peningkatan yield serta pemberian insentif operasi moneter diperlukan guna menjaga ketahanan sektor eksternal sekaligus mendorong masuknya kembali aliran modal asing.
"Di samping disebabkan oleh gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia. Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," tuturnya.
Untuk mendukung efektivitas kebijakan tersebut, BI meluncurkan empat paket operasi moneter yang ditujukan untuk meningkatkan minat investor asing masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Pertama, BI menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan imbal hasil investasi bagi investor portofolio internasional.