Berbeda dengan Malaysia, Utang Indonesia Masih dalam Batas Aman

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

"Persoalan kita sebenarnya bukan di utang pemerintah melainkan pada utang luar negeri khususnya lagi pada current account deficit yang solusinya bukan dengan urunan bayar utang," ucapnya.

Untuk itu, pemerintah perlu mengubah struktur utang dengan mengurangi atau bahkan menghentikan utang luar negeri. Sebab, dengan pelemahan rupiah tadi tentu akan membuat nominal utang menjadi membengkak dari sebelumnya.

Selain itu, diikuti pula dengan struktur ekspor dengan mengurangi kebutuhan impor baik barang maupun jasa. Hal ini disebabkan pada April 2018 impor melonjak lebih tinggi yaitu 16,09 miliar dolar AS dibanding ekspor 14,47 miliar dolar AS.

"Ini yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan perencanaan yang sangat matang," tuturnya.

Namun, meski utang Malaysia dalam kondisi yang mengkhawatirkan tapi tindakan warganya tidak cukup  signifikan mengurangi utang pemerintahan. "Tetapi sebagai gebrakan pemerintah baru itu cukup efektif untuk meyakinkan rakyat Malaysia bahwa selama rezim yang lama ada pengelolaan keuangan yang salah dan pemerintah yang baru akan melakukan reformasi total," kata Piter.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
22 hari lalu

BI: Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp7.152 Triliun per November 2025

Makro
24 hari lalu

Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gagal Bayar 2026

Makro
3 bulan lalu

Utang Luar Negeri RI Turun jadi Rp7.105 Triliun di Kuartal III 2025

Makro
4 bulan lalu

Utang Luar Negeri Tembus Rp7.163 Triliun per Agustus 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal