10 Hari Kuasai Afghanistan, Taliban Justru Menghadapi Krisis Ekonomi dan Kekuasaan

Jeanny Aipassa
Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen (tengah). (Foto: Anadolu)

2. Mata uang Afghanistan anjlok karena hilangnya kepercayaan internasional terhadap kepemimpinan Taliban. Uang beredar pun menjadi sedikit, bahkan sebagian besar mesin ATM kehabisan stok uang karena bank-bank tutup. 

3. Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional International Monetary Fund/IMF) menyatakan menghentikan pinjaman. 

4. Negara-negara pendonor seperti Amerika Serikat (AS) dan Jerman, juga sejumlah lembaga kemanusiaan mengumumkan berhenti mengirim bantuan asing ke Afghanistan. 

5. Cadangan devisa bank sentral Afghanistan, Da Afghanistan Bank (DAB), dibekukan AS dan negara-negara G-7. 

6. Perusahaan transfer internasional, yakni Western Union dan MoneyGram menangguhkan layanan di Afghanistan, yang secara efektif memotong pasokan uang keluarga dari luar negeri juga.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gubernur BI Yakin Indonesia Bisa Lolos dari Ancaman Krisis Moneter

57 tahun lalu

Salut! Afghanistan Kirim 530 Ton Bantuan ke Gaza meski Perekonomiannya Terpuruk

57 tahun lalu

Ichsanuddin Noorsy Blak-blakan Ekonomi RI Mulai Bergejolak, Ungkap Tanda-Tandanya

57 tahun lalu

Purbaya: RI Jauh dari Krisis, Ekonomi Tumbuh 6 Persen Seharusnya Tak Sulit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal