Rupiah Sepekan Terkoreksi 0,82 Persen, Diprediksi Sentuh Rp16.800 per Dolar AS Pekan Depan

Anggie Ariesta
Nilai tukar Rupiah melemah 0,82 persen ke level Rp16.738 per dolar AS pada periode 22-26 September 2025. (Foto: dok iNews)

Pada saat yang sama, penguatan dolar AS terus berlanjut ke level 98,55, sementara Yield US Treasury (UST) 10 tahun naik ke 4,170 persen. 

Pada Jumat pagi (26/9/2025), rupiah dibuka melemah lagi di level Rp16.750 per dolar AS, dengan Yield SBN 10 tahun naik lebih lanjut ke 6,43 persen.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi menyebut, pelemahan Rupiah didorong oleh sentimen eksternal dan domestik. 

Secara global, ketidakpastian meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangkaian tarif perdagangan baru, termasuk tarif 100 persen untuk semua impor farmasi, yang memicu gerakan risk-off di pasar keuangan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Pede Rupiah Menguat Pekan Depan usai Anjlok Dekati Rp16.800 per Dolar AS

57 tahun lalu

Gubernur BI Respons Rupiah Anjlok Nyaris Tembus Rp16.800 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Revisi UU P2SK Terbit, Bank Indonesia Didorong Pacu Sektor Riil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal