"Pelayanannya macam-macam, ada yang ganti kartu, PIN yang terblokir, ada yang ganti buku, ada yang penarikan, ada yang setor tunai, ada juga yang pengajuan pinjaman," tutur Algi.
Dalam satu kali kunjungan ke Pulau Panggang, lebih dari 20 nasabah rata-rata memanfaatkan layanan tersebut.
Mayoritas nasabah berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada kondisi cuaca. Selain itu, terdapat pedagang sembako dan pelaku usaha kecil lain.
Algi mengatakan karakteristik nasabah di wilayah kepulauan berbeda dengan di darat. Para nasabah di Pulau Panggang sebagian besar bergantung dari hasil melaut.
"Di sini mereka mengandalkan cuaca kalau untuk nelayan, kalau cuacanya lagi bagus ya mereka tidak ada kendala untuk pembayaran," ujarnya.