Langkah Perbankan RI Lawan Disrupsi Teknologi dengan Transformasi Digital

Puti Aini Yasmin
digitalisasi di industri perbankan (freepik)

JAKARTA, iNews.id - Industri perbankan di Tanah Air saat ini tengah menghadapi disrupsi atau perubahan pascainovasi teknologi baru. Hal itu terbukti dari cara-cara nasabah menggunakan layanan banking.

Kala itu, mesin ATM dioperasikan di Indonesia pertama kali pada tahun 1986. Kemudian internet banking diperkenalkan di tahun 2001. Secara tidak langsung perubahan ini berdampak pada pengurangan jumlah cabang selama lima tahun terakhir dan pergeseran keahlian yang dibutuhkan.

Merespons hal itu, Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI) menyelenggarakan Conference untuk membahas dan mengevaluasi tren terkini dari mancanegara. Kegiatan ini juga menghadirkan Deputy Director of Banking Regulation dari OJK, Vika Fadilla A.

Menurut Ketua Umum FHCPI, Suryantoro Waluyo penting adanya upaya dan tindak lanjut yang cepat, serentak, dan menyeluruh, agar industri perbankan di Indonesia dapat mengimbangi laju perubahan teknologi, bertahan agar tetap relevan. Dengan begitu, perbankan mampu untuk memanfaatkan bonus demografi menuju era Indonesia Emas di tahun 2045.  

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Bisnis
19 hari lalu

Penuhi Kebutuhan Layanan Keuangan, BRILink Agen Waisun Jadi Andalan Warga di Papua Pegunungan

Bisnis
23 hari lalu

Perkuat Transformasi Digital, Kini Layanan Pegadaian Terintegrasi di Aplikasi Tring!

Bisnis
25 hari lalu

Persiapan Pensiun Jadi Lebih Mudah dengan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Tarik Dana Rp75 Triliun dari Bank, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal