"Kalau high season bisa bazar satu hari di beberapa tempat. Saya biasanya hire mahasiswa, mahasiswa kewirausahaan. Kebetulan suami dosen di Universitas Saintek Muhammadiyah, Ciracas," ungkapnya.
"Katanya mereka teori-teori terus, bosan ya, jadi dikasih praktik kemarin (bazar) di balai kota, ada yang dinas ketahanan pangan, ada yang di mall point square, lebak bulus," imbuhnya.
Hikma memilih mahasiswa karena dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu menjelaskan keunggulan produk kepada konsumen baru saat bazar berlangsung.
"Kalau ditempatkan bazar di tempat baru, ya harus itu, aku bilang harus bisa menjelaskan produk knowledgenya harus bagus diterangin ini itu juga," katanya.
Salah satu mahasiswa yang ikut membantu bazar Salad Umma, Lastri Oktavia, mengaku mendapatkan pengalaman langsung mengenai dunia usaha dan cara menghadapi konsumen di lapangan.