Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 36,25 persen menjadi Rp13,99 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp10,26 triliun. Frekuensi transaksi harian juga meningkat 24,60 persen menjadi 2,33 juta kali transaksi.
Secara akumulatif selama periode perdagangan 13–17 Juli 2026, total volume transaksi mencapai 130,871 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp69,953 triliun atau setara USD3,875 miliar. Adapun total frekuensi perdagangan mencapai 11,659 juta kali transaksi.
Dari sisi pergerakan indeks selama sepekan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.192,658, sedangkan level terendah berada di 5.898,147.
Penguatan pasar juga tercermin dari kinerja sektor. Seluruh indeks sektoral di BEI ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin kenaikan dengan penguatan 5,47 persen, diikuti konsumer siklikal sebesar 5,32 persen, energi 4,62 persen, infrastruktur 4,55 persen, teknologi 3,38 persen, properti 3,46 persen, keuangan 2,73 persen, industri 2,35 persen, transportasi 1,49 persen, kesehatan 1,16 persen, dan konsumer non-siklikal 0,37 persen.
Berdasarkan statistik mingguan BEI, sebanyak 435 saham atau sekitar 45 persen dari total saham tercatat mengalami kenaikan harga lebih dari 2 persen sepanjang pekan. Sementara itu, 105 saham atau sekitar 11 persen naik di kisaran 0 hingga 2 persen.
Di sisi lain, terdapat 223 saham atau sekitar 23 persen yang tidak mengalami perubahan harga. Adapun 93 saham atau 11 persen terkoreksi hingga 2 persen, sedangkan 109 saham atau 10 persen turun lebih dari 2 persen.