BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN, Transaksi Sukuk Negara Kini Makin Mudah
JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) secara resmi meluncurkan fitur transaksi Repurchase Agreement (Repo) dengan underlying Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di SPPA mulai Senin (6/7/2026). Peluncuran itu untuk mendukung likuiditas SBSN dan pendalaman pasar uang.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi mengatakan, peluncuran fitur anyar ini menjadi wujud nyata komitmen bursa dalam memperkuat ekosistem pasar keuangan syariah di tingkat nasional.
“Kehadiran fitur Repo dengan Underlying SBSN di SPPA diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan aktivitas transaksi SBSN di Pasar Sekunder,” ujar Iding dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/7/2026).
“Dengan tersedianya sarana transaksi yang terintegrasi, transparan, dan efisien, kami berharap kehadiran fitur ini dapat meningkatkan aktivitas transaksi Repo SBSN sehingga likuiditas pasar sekundernya semakin likuid dan efisien,” sambungnya.
Langkah pengembangan ini diharapkan mampu memompa volume perdagangan Repo berbasis SBSN yang selama ini jalannya masih relatif lambat. Sebagai catatan evaluasi, sepanjang tahun 2025 lalu, akumulasi nilai transaksi Repo SBSN antar-dealer (interdealer) belum mampu menyentuh angka Rp1 triliun.