Tekanan di pasar juga terlihat dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp2,95 triliun. Sepanjang pekan, investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp21,82 triliun dan nilai jual Rp24,76 triliun.
Dari sisi sektoral, pergerakan indeks menunjukkan variasi. Sektor consumer cyclicals mencatat penguatan tertinggi sebesar 6,58 persen, diikuti sektor industri yang naik 3,35 persen serta consumer non-cyclicals yang menguat 2,28 persen. Namun, sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,57 persen, disusul sektor keuangan yang turun 2,23 persen.
Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, menjadi salah satu penekan utama IHSG. Di sisi lain, sejumlah saham seperti DSSA, MSIN, dan IMPC tercatat memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.
Secara global, kinerja IHSG juga tertinggal dibandingkan mayoritas bursa dunia yang justru menguat selama periode yang sama. Di kawasan ASEAN, indeks Thailand (SET) naik 1,29 persen dan Singapura (Straits Times Index) menguat 1,01 persen, sementara IHSG justru turun 0,99 persen.
Sementara itu, sejumlah indeks utama juga mencatat penguatan signifikan, seperti Dow Jones Amerika Serikat yang naik 3,10 persen, FTSE 100 Inggris menguat 3,71 persen, serta indeks Brasil melonjak 3,52 persen dalam sepekan.