Dalam Kondisi Volatilitas, Keputusan Reaktif Berpotensi Kurangi Kualitas Alokasi Aset

Rizqa Leony Putri
Ilustrasi. (Foto: dok Pexels)

Capital loss memang tidak bisa dihindari. Anda juga mungkin tetap harus menanggung kerugian dari segi biaya dalam kondisi ini.

Itulah mengapa dana darurat sebagai back up tetap harus dipersiapkan. Hal ini akan mempermudah Anda untuk kembali bangkit meskipun sebelumnya mengalami capital loss.

Jadi saat melakukan investasi, manajemen keuangan juga harus fokus pada alokasi dana darurat. Nantinya dana darurat ini dapat digunakan sebagai back up, tetapi harus dengan strategi yang tepat.

Melalui back up dana ini Anda bisa mengambil langkah lain, misalnya dengan diversifikasi. Obligasi ORI dapat menjadi pilihan selagi Anda mengatur capital loss yang baru saja dialami. 

Mengelola Risiko Capital Loss dengan Strategi Investasi yang Lebih Terukur

Kemampuan dalam memahami dan mengelola capital loss menjadi salah satu hal penting bagi investor. Dalam perjalanan investasi, pergerakan nilai aset dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar, perubahan suku bunga, hingga sentimen ekonomi.

Karena itu, investor perlu memiliki strategi yang matang agar setiap keputusan tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang.

Salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam strategi tersebut adalah Obligasi ORI bersama perbankan prioritas DBS Treasures. Dengan karakteristik kupon yang kompetitif dan risiko yang relatif lebih terukur, instrumen ini dapat menjadi bagian dari portofolio bagi investor yang ingin menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan stabilitas investasi.

Cukup dengan satu Aplikasi DBS digibank, Anda dapat melakukan registrasi SID atau Single Investor Identification, serta mengakses transaksi investasi dengan lebih mudah dan aman.

Selain kemudahan transaksi, terdapat analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial DBS untuk membantu Anda melihat peluang yang lebih sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio, termasuk melalui dukungan teknologi Artificial Intelligence dan Machine Learning atau AI-ML.

Dalam menghadapi potensi capital loss, pendekatan yang terukur menjadi semakin penting. Dengan memahami karakteristik instrumen, menyesuaikan strategi dengan profil risiko, serta memanfaatkan dukungan layanan investasi yang tepat, investor dapat mengelola portofolio secara lebih bijak dan tetap fokus pada tujuan finansial jangka panjang.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

HighEnd dan Standard Chartered Indonesia Gelar Wine Pairing Night: The Art of Refinement

57 tahun lalu

Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi

57 tahun lalu

Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan

57 tahun lalu

Purbaya Siapkan Kredit Bunga 4 Persen untuk UKM Eksportir, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal