5 Cara Ampuh Mengatasi Kecanduan Belanja Online

Djairan
Saat pandemi Covid-19 ini, aktivitas belanja online jadi jauh meningkat dan sudah menjadi kelaziman. (Foto: Shutterstock)

Dengan memiliki batasan nominal yang bisa dibelanjakan, Anda harus bisa berhenti berbelanja ketika dana di rekening khusus itu sudah habis. Selain itu, dengan rekening khusus belanja, Anda bisa menghindari upaya menyabotase pos lain yang lebih penting, seperti pos dana darurat, pos asuransi dan investasi. Jangan sampai bagian-bagian tersebut Anda tarik yang akhirnya melewati batas nominal yang sudah ditetapkan di awal.

Berlakukan Masa Tunggu Sebelum Membeli

Banyak pecandu belanja online mengakui, kesenangan mereka berbelanja sebenarnya lebih pada aktivitas memasukkan barang-barang yang diidamkan ke keranjang belanja. Membanding-bandingkan harga, melihat barang-barang bagus, adalah salah satu kesenangan berbelanja yang sering membuat seseorang ketagihan. Apalagi ketika dilakukan di tengah tekanan kerja atau kebosanan mengurus rumah tangga.

Nah, Anda bisa saja tetap mendapatkan kesenangan berbelanja online tanpa perlu mencederai isi dompet. Caranya, berlakukan masa tunggu. Jadi, setiap kali Anda berbelanja online, masukkan saja barang-barang yang Anda inginkan ke keranjang belanja. Tapi, jangan langsung mengeksekusinya dengan menyelesaikan transaksi. Berlakukan masa tunggu setidaknya 24 jam untuk menimbang apakah barang-barang tersebut memang Anda butuhkan. Tidak jarang dalam 24 jam itu hasrat memiliki barang yang semula menggelora, mereda dengan sendirinya.

Hapus Data Kartu Kredit di Aplikasi Belanja

Seperti diketahui, saat ini semua aplikasi belanja menyediakan berbagai pilihan kanal pembayaran. Mulai dari transfer manual, pembayaran lewat minimarket bahkan kantor pos, aplikasi kartu kredit, sampai cicilan non-kartu kredit. Dengan alasan kepraktisan berbelanja, banyak orang tak segan menyimpan data kartu kredit mereka di aplikasi belanja. Jadi, saat Anda sebenarnya tidak memiliki uang, aktivitas belanja bisa terus berjalan dengan kartu kredit yang sebenarnya adalah fasilitas pinjaman.

Ini menjadi bumerang bila Anda tidak mampu mengerem hasrat berbelanja. Berbelanja dengan sumber dana pinjaman bisa sangat berbahaya bagi kesehatan kantong. Supaya jebakan itu tidak terus berlanjut, hapus saja data kartu kredit Anda di aplikasi belanja. Dengan begitu, ketika berbelanja online Anda bisa memastikan uangnya memang tersedia alih-alih berutang pada kartu. Lagipula, menyimpan data kartu kredit pada aplikasi sangat berbahaya jika gadget Anda dicuri. Jadi, menghapus data kartu kredit dari aplikasi bermanfaat untuk menghindarkan Anda dari penipuan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Gen Z Lebih Suka Transaksi di Bank Digital? Survei Terbaru Ungkap Faktanya!

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal