Sebab, menurutnya, keberadaan QRIS kini menjadi salah satu alasan pelanggan datang membeli sate. “Kalau saya lihat orang banyak yang makan sate, yang ditanya itu bukan satenya, yang ditanya itu bisa bayar pakai QRIS?” ujarnya.
Pria 30 tahun itu mengatakan, tidak sedikit pelanggan yang akhirnya membatalkan pesanan saat dirinya belum menyediakan pembayaran digital. Alhasil, dia merasa dagangannya semakin laris sejak memutuskan menyertakan QRIS BRI sebagai alternatif metode pembayaran.
“Kalau misalnya ada jawaban gak ada QRIS, kebanyakan dia (pelanggan) gak jadi beli,” katanya.
Menurut Haidir, penggunaan QRIS juga mempermudah operasional usaha karena transaksi langsung masuk ke rekening tanpa harus repot menyiapkan uang kembalian. Sistem pencairan dana yang relatif cepat juga membuat perputaran uang usahanya menjadi lebih lancar.
“Misal yang beli scan jam 6 pagi, paling jam 12 siang sudah masuk (bisa dicairkan),” ujarnya.