JAKARTA, iNews.id - Suasana Warung Sate Ayam Barokah Mayestik di Jalan Kiai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum benar-benar sepi meski jam makan siang telah usai. Beberapa pelanggan masih datang silih berganti.
Sebagian langsung duduk dan memesan makanan, lainnya sibuk membuka ponsel memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk membayar pesanan.
Selain pindah lokasi berdagang dari trotoar ke ruko, pemilik Sate Ayam Barokah Mayestik, Moch Haidir mengungkapkan perubahan terbesar dalam usahanya juga ditandai dengan cara pelanggan bertransaksi. Jika dulu pembeli identik bertransaksi dengan uang tunai, kini sebagian besar justru lebih dulu menanyakan QRIS sebelum memesan makanan.
“Sekarang kebanyakan QRIS,” kata Haidir saat ditemui iNews.id pada Senin (13/4/2026) lalu.
Haidir mengaku menggunakan QRIS yang diterbitkan BRI. Keputusannya itu memberi dampak besar terhadap penjualan.