Saingi Rara Pawang Hujan, Begini Sepak Terjang Tim TMC Kendalikan Cuaca di KTT G20

Heri Purnomo
Jamuan makan malam KTT G20 di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, yang berlangsung di cuaca yang cerah. (Foto: dok iNews)

Dia menjelaskab, butuh kecermatan serta perhitungan yang matang untuk mengetahui ketebalan awan dan berapa jumlah garam yang harus ditabur. Ini semua diperlukan agar hujan yang terjadi tidak menyebar. 

"Dan yang perlu diketahui, ada 11 penerbangan yang membawa 29 ton garam untuk melakukan Teknik Modifikasi Cuaca pada saat itu. Bisa dibayangkan berapa besar anggaran yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan operasi ini," tutur Luhut.

Terkait dengan itu, Luhut menyampaikan kepada Dr. Seto bahwa tidak sia-sia bisa bertemu dengan tim TMC. "Saya banyak belajar cabang sains dan teknologi baru, yaitu Teknik Modifikasi Cuaca yang dahulu bahkan belum pernah saya dengar, apalagi pelajari," ujar Luhut. 

Dia menambahkan, TMC sangat saintifik dan bisa lain, misalnya dimanfaatkan untuk banyak hal lain, menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, menurunkan hujan buatan untuk mengairi waduk sebelum musim kemarau tiba, mengantisipasi kekeringan, sampai untuk irigasi pertanian.

"Saya sampai pada satu kesimpulan bahwa sains dan teknologi sebesar ini perlu memiliki lembaga khusus yang menaungi Teknik Modifikasi Cuaca," ujar Luhut. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
20 hari lalu

Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Mengintai Sejumlah Perairan hingga 2 Juli 2026

1 bulan lalu

Harga Cabai Merah Melonjak Tajam, Bapanas Ungkap Penyebabnya

2 bulan lalu

BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Malam Ini

2 bulan lalu

BMKG Pasang Alat Penyemai Uap Air di Sejumlah Gedung Jakarta, Cegah Polusi Udara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal