Rusia hingga Amerika Mau Biayai Pembangunan Pembangkit Nuklir di RI

Atikah Umiyani
ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) (Reuters)

"Nah, dalam rangka kita gunakan skala energi yang bersih Net Zero Emission 2060 maka sekarang nuklir sudah masuk di rencana pembangunan jangka panjang nasional yg diterbitkan oleh Bappenas," tutur dia.

Djoko menambahkan, pemerintah juga telah memasukkan nuklir dalam roadmap NZE 2060. Oleh karena itu, menurutnya pemerintah telah menyiapkan segala sesuatunya terkait pembangunan PLTN ini. 

"Kita juga penuhi rekomendasi dari internasional gitu nah yang terakhir adalh kita minta memasukannya dalam RUU EBET. Nah jadi dari segi regulasi kita penuhi teknologi sudah approval, nuklir di negara-negara maju juga eksis," ucap dia. 

Diungkapkannya, masyarakat juga perlahan sudah mendapatkan sosialisasi dan pengertian mengenai pembangunan PLTN ini. 

"Alhamdulillah hasil survei dengan kerjasama dengan Universitas 11 maret itu hasilnya yang saya sampaikan tadi 73,37 persen masyarakat sudah setuju (dibangun PLTN di Indonesia)," katanya

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
2 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal