Putin Sebut Sanksi Barat Picu Krisis Ekonomi Global

Dinar Fitra Maghiszha
Presiden Rusia Vladimir Putin sebut sanksi Barat picu krisis ekonomi global.

Adapun kinerja Rusia yang baik di bawah sanksi Barat, Putin menunjuk pada kekuatan rubel. Dia mengatakan, rubel telah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik tahun ini. Rubel menguat menjadi 65 terhadap dolar AS pada Kamis (12/5/2022), level yang terakhir terlihat pada awal 2020, didorong oleh kontrol modal yang harus diterapkan Moskow untuk melindungi ekonomi setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Putin juga mengatakan, Rusia merupakan salah satu pengekspor gandum terbesar di dunia. Kini berada di jalur yang tepat untuk mengumpulkan rekor panen tahun ini.

Dia juga mengatakan kepada para menterinya ingin membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi yang stabil dan peningkatan pendapatan riil. Inflasi di Rusia berada di jalur untuk mencatat angka tertinggi sejak 1999.

Menteri Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov setuju dengan Putin bahwa ekonomi menunjukkan ketahanan. Dia menambahkan, situasi pasar tenaga kerja stabil dan inflasi mulai melambat. Sementara tantangan utama yang dihadapi ekonomi Rusia adalah gangguan dalam rantai pasokan dan pengurangan impor yang signifikan.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
24 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal