Selain pertanian, sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama investasi. Dina menyebut, Peru memiliki gap infrastruktur sekitar 100 miliar dolar AS dan membuka peluang investasi asing pada proyek-proyek pelabuhan, bandara, jalan raya, hingga perkeretaapian.
Sejumlah proyek strategis antara lain terminal internasional Cimbote, pelabuhan Pucallpa, pelabuhan Saramilisa dan Iquitos, serta jalur kereta Ica dan Lima–Barranca.
"Di pemerintahan saya, kami percaya bahwa pembangunan sebuah negara dibangun melalui investasi, keterbukaan perdagangan, teknologi, kerja sama, dan prospek masa depan," tuturnya.
Di sektor energi, Peru menargetkan transisi ke sumber energi terbarukan, sementara di sektor industri, pemerintah mendorong pengembangan pusat logistik industri dan teknologi di pantai tengah Peru yang terintegrasi dengan pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan zona ekonomi khusus.
Saya juga mengundang Indonesia untuk menjadi mitra dalam mengurangi kesenjangan ini melalui partisipasi dalam portofolio proyek infrastruktur kami. Partisipasi modal asing telah aktif didorong dalam proyek-proyek strategis, terutama di sektor pelabuhan, bandara, dan jalan.