Sementara itu, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan menambahkan, Kementerian Perhubungan bersama Angkasa Pura I dan Tim Emirates telah melaksanakan assessment fasilitas airside dan lanside di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Bandara pun telah memenuhi spesifikasi untuk melayani penerbangan Airbus A380-800. Pergerakan penumpang dari pesawat ke terminal bandara atau sebaliknya telah disiapkan garbarata atau aviobridge dengan dua belalai untuk mengakomodir pesawat Airbus A380-800.
"Seluruh pihak terkait kami rutin lakukan koordinasi dengan menggelar rapat bersama, seperti Otoritas Bandara, Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Ground Handling dan para unsur terkait lainnya yang berada di bandara. Hal ini memastikan agar operasional A380 dapat berjalan lancar nantinya," kata Handy.
Adapun momentum itu diharapkan menjadi katalisator bagi proses recovery pariwisata dan perekonomian Bali dan secara nasional. Emirates pertama kali meluncurkan layanan harian nonstop dari Dubai ke Bali pada tahun 2015, menambahkan frekuensi penerbangan komersilnya ke Jakarta yang sudah dimulai sejak tahun 1992.
Maskapai saat ini melayani rute ke Indonesia dengan 28 penerbangan mingguan ke Bali dan Jakarta serta telah meningkatkan konektivitas ke 29 kota domestik lainnya melalui dua kesepakatan kerja sama dengan Garuda Indonesia dan Batik Air.