Perang Rusia-Ukraina Ancam Eksportir Minyak Nabati

Dinar Fitra Maghiszha
Ilustrasi aktivitas ekspor. (Foto: Ant)

Hal ini menjadi sentimen negatif sekaligus ancaman bagi eksportir komoditas biji-bijian dan minyak nabati.

Capital Economics melaporkan bahwa ada ancaman risiko pasokan biji-bijian dari Rusia dan Ukraina karena sejumlah pelabuhan utama di sekitar Laut Hitam kemungkinan akan menjadi pusat konflik militer.

"Kami pikir harga pertanian bisa naik lebih lanjut dalam waktu dekat mengingat ketidakpastian tentang pasokan biji-bijian, dan prospek harga pupuk," bunyi laporan Capital Economics.

Selain sentimen global, harga CPO juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak lain seperti minyak kedelai hingga minyak biji bunga matahari, karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
17 hari lalu

Bapanas Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng di Tengah Stok CPO Melimpah

Nasional
18 hari lalu

RI Raja Sawit Dunia, Wamentan Sebut 60 Persen Pasokan Global Dikuasai Indonesia

Nasional
31 hari lalu

Kepala BGN Sebut Ribuan Motor Listrik bakal Didistribusikan ke Daerah Sulit Dijangkau

Nasional
1 bulan lalu

Bulog Siapkan 828.000 Ton Beras, Siap Distribusi Sepanjang Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal