Perang Rusia-Ukraina Ancam Eksportir Minyak Nabati

Dinar Fitra Maghiszha
Ilustrasi aktivitas ekspor. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Perang Rusia-Ukraina mengancam eksportir minyak nabati, seiring dengan terganggunya distribusi di sejumlah pelabuhan utama di sekitar laut hitam. 

Hal itu, antara lain terlihat dari koreksi yang terjadi pada harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), pada perdagangan Jumat siang (25/2/2022). 

Berdasarkan data Bursa Derivatif Malaysia hingga pukul 13:46 WIB, harga CPO kontrak Maret 2022 turun -287 poin atau -4,04 persen di MYR6.800 per ton dari MYR7.087 per ton.

Kontrak April 2022 merosot -282 poin atau -4,16 persen di MYR6.496 dari MYR6.778. Sedangkan kontrak teraktif Mei 2022 koreksi -274 poin atau -4,24 persen di MYR6.179 dari MYR6.453.

Technical Analyst Reuters Wang Tao mencermati kontrak CPO Mei 2022 kemungkinkan bisa menguji kembali resisten terdekat di MYR6.488 per ton.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Vonis Eks Ketua PN Jaksel Diperberat Jadi 14 Tahun terkait Kasus Suap CPO

Nasional
8 hari lalu

Kapolri Teken MoU dengan Pupuk Indonesia terkait Distribusi: Agar Tepat Sasaran

Nasional
22 hari lalu

Ferrari dan Harley Davidson Dihadirkan di Sidang Tipikor Kasus Vonis Lepas CPO  

Nasional
2 bulan lalu

Konsumsi Minyak Sawit Nasional Tahun Ini Naik 5,13%, Tembus 18,5 Juta Ton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal