China sebagai konsumen batu bara terbesar dunia, diproyeksikan akan mengonsumsi sebesar 4.940 juta ton (56 persen), sedangkan India sebagai konsumen batu bara terbesar kedua diperkirakan mencapai konsumsi sebesar 1.363 juta ton (15 persen) pada 2025.
Di Indonesia, batu bara masih menjadi fondasi utama dalam bauran energi, terutama dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional, di mana 67 persen pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan batu bara sebagai sumber energi.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batu bara Indonesia mencapai 735 juta ton pada 2025, meningkat dari target 2024 sebesar 710 juta ton. Dari total target produksi 2025, sekitar 240 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara 495 juta ton ditujukan untuk pasar ekspor.
Di tahun 2024, ekspor menyumbang 66,8 persen dari total penjualan batu bara IATA. Dari seluruh penjualan ekspor tersebut, India menempati urutan pertama dengan 35,5 persen, diikuti oleh China sebesar 20,3 persen, Vietnam 10 persen, dan negara-negara lainnya 1 persen.
Mengelola 6 IUP - Operasi Produksi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan IATA secara aktif meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan batu bara yang tinggi serta terus melakukan eksplorasi untuk mencari tambahan cadangan terbukti.