Rolupat selalu menggunakan dana tersebut untuk melatih UMKM dan membantu pengemasan produk para UMKM binaan sehingga lebih berdaya saing di pasar internasional.
Tak hanya itu, Rolupat juga membawa UMKM binaanya turut ikut event pameran di luar negeri. Bahkan, tiket pulang pergi, membayar sewa stan, dan juga biaya logistik pengiriman barang yang akan dipamerkan juga ditanggung Rolupat.
Meski keuntungan terpakai untuk mengembangkan UMKM, Henny tak kecewa. Baginya, sejak awal sudah bercita-cita untuk mengharumkan budaya Indonesia dan mendukung para pengrajin batik baik kecil dan menengah agar dapat terus berkelanjutan.
"Saya percaya bahwa ketika kita membantu orang lain, Tuhan akan memberikan jalan yang baik, saya percaya 1.000 persen dan saya tidak pernah melewatkannya." tuturnya.
Agunkan Pabrik Konveksi untuk Bantu Modal UMKM
Selain mengedukasi UMKM binaannya, Rolupat juga turut membantu pendanaan dengan menjaminkan pabrik konveksinya ke bank untuk mendapatkan modal dari skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senilai Rp3 miliar.